Tampilkan postingan dengan label jd for justin bieber. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jd for justin bieber. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2013

you're my Idol

Disaat senyum diwajah ini tak lagi terlihat,
Disaat mata ini tak mampu lagi tuk pancarkan sinar kebahagian,
Disaat telinga ini menolak tuk mendengarkan apa yang harus didengar,
Disaat hati ini gundah,
Kau selalu datang

Bayanganmu, hembusan nafas mu, suaramu, terus menelusuri ruang kekosongan  jiwaku
Tanpa ku sadari senyum ini datang dan mewakili semuanya untuk kembali datang menghampiriku.
Kau penghibur laraku, walau kau hanya ada didalam imajinasiku, namun kau selalu menuntunku untuk melakukan hal positif didalam dunia nyataku. You’re my super hero.
Aku tahu, jika aku  dianggap gila karena sangat mengidolakanmu. Tapi aku tak pernah memperdulikan akan kata-kata orang yang tidak penting itu. Mereka bukan siapa-siapa bagiku, mereka tidak dapat membuatku berhenti untuk menangis, tersenyum, bermimpi, berharap, mereka tidak ada disaat aku sedang diterpa permasalahan.
Aku tahu jika kau tak sempurna, kau juga mempunyai permasalahan didalam hidupmu, kau juga dapat melakukan hal yang dapat berdampak buruk bagimu dan orang lain. karena dirimu jugalah manusia biasa seperti manusia pada umumnya.

Aku tahu jika kau tidak dapat untuk kumiliki,
Aku tahu jika senyumanmu bukan hanya untukku,
Aku tahu jika waktumu bukan hanya untukku,
Aku tahu jika syair setiap bait lagumu bukan hanya untukku,
Aku tahu,  aku tahu itu. Karena di luar sana 35 juta lebih orang berlomba  menginginkan hal itu semua.
Aku akan kalah, aku telah menyadari itu semua dari sebelumnya.
Aku hanyalah seorang gadis biasa yang bermimpi untuk mendapatkan itu semua dari mu. Namun,izinkan aku untuk memiliki itu semua didalam imajinasiku.





Senin, 30 September 2013

Cinta dan ketenangan for Justin Bieber





Cinta.. 

mungkin aku mulai merasaakannya, tapi aku takut mengungkapkan ini. Padahal       aku rasa ini my first love, tapi cinta ini gak mungkin untuk aku pertahankan terus, aku dan dia gak mungkin bisa bersama, aku harus tahu siapa aku., dan siapa dia. Tapi aku tak kuasa untuk menahan perasaan ini terus didalam hatiku, ingin rasanya dapat mencurahkan isi hatiku ini pada seseorang, tapi siapa? Siapa yang mau mendengarkan curahan hatiku ku ini?

Setiap hari-hariku selalu ada bayangnya, setiap hembusan nafas ku selalu teringat akan namanya, aku bingung,apakah aku termaksud orang yang munafik? Dulu aku berfikir jika cinta itu gak penting didalam hidup, karena cinta dapat membuat orang menjadi stupid. Tapi apa yang terjadi denganku sekarang? Aku.., aku mulai merasakan cinta di hidupku

Dengan cinta aku mulai merasa jika hari-hariku sangat berarti,
karena dapat memikirkannya.
Dengan cinta aku mulai semangat untuk menjalani hidup ini,
Karena aku dapat setiap saat untuk membayangkannya.
Dengan cinta  aku merasakan selalu ada alunan simponi di diriku
Karena selalu kata-kata manisnya yang terdengar di telingaku.
Semuanya karena cinta.
 
Jika aku harus berlari diatas pecahan kaca, aku takkan merasakan sakit, karena aku dapat membayangkan wajahmu. Jika aku harus bejalan mengikuti arus ombak, mungkin aku akan tenggelam, tetapi cintaku padamu tak akan pernah untuk tenggelam.

Jika terdengar suara petir yang menggelegar, itu tidak akan mempengaruhi telingaku untuk selalu mendengar kata-kata manismu.

Namun aku tak kuasa untuk menahan rasa ini sendirian, memendam perasan ini di dalam hati, bagaikan aku tidur diatas bara api. yang merasakan kehangatan dan perihnya luka.Sedikit demi sedikit luka itu terus menyiksa tubuhku, tetapi aku juga masih merasakan kehangatan, namun kehangatan ini mulai sirna, Walaupun aku terus berusaha untuk bertahan.

Ku putuskan untuk berlari, berlari menuju orus ombak, seningga membawaku ke kutup utara, disana aku seperti tidak merasakan hidup, tetapi aku merasakan ketenangan yang sangat berarti, suhu udara yang sangat dingin, sedikit demi sedikit menghapuskan ingatanku tentang dirimu.

Sekarang aku kembali untuk tidak merasakan cinta, walaupun hidup hampa, tetapi penuh dengan ketenangan. Yah, ketenangan…. Ketenangan… dan ketenangan yang aku butuhkan sekarang.
  


Rabu, 25 September 2013

Mimpi yang menjadi nyata part III-a

Tiga hari telah berlalu, hari ini waktunya Rina berangkat ke Jakarta, dia diantarkan ibunya sampai ke Air Port, dan di sana pihak panitia telah menunggunya.

Rina : bu, Rina pergi dulu ya.. doa’in Rina ya bu!
Ibu : iya nak, doa ibu selalu menyertaimu, hati-hati dan jaga dirimu.
*memeluk Rina, sambil menangis*

Setelah berada di dalam pesawat, Rina merasakan kebahagiaan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan selama ini. Dapat naik pesawat, pergi kejakarta, berkumpul dengan beliebers, dan tinggal sedikit lagi untuk bertemu dengan Justin.


Sekarang dia telah sampai di Bandara Soekarno-Hatta, di langsung menuju ke bundaran HI, untuk beristirahat, ternyata tempat itu emang di sediakan khusus buat beliebers yang berprestasi, disana Rina bertemu dengan Beliebers di berbagai kota di Indonesia, namun sekarang ia tidak merasakan nervous lagi, seperti yang ia rasakan sewaktu penseleksian tahap pertama di Medan.
Tepatnya pukul 14.00 wib, sekarang semua beliebers dibawa ke “Balai Sarbini” untuk melalukan penseleksian kedua. Ternyata penseleksian ini menguji tentang kemampuan berbahasa inggris yang baik sesuai dengan grammer, pada saat itu ada 20 peserta, semuanya di beri no urut, Rina mendapatkan no urut 6.
Sekarang juri mulai melakukan penseleksian, setiap peserta di panggil masuk ke ruangan juri berdasarkan no urut yang telah ditetapkan. Sekarang giliran no urut 05, yang akan , masuk ke ruangan juri, Rina pun mendengar instruksi yang di berikan oleh pihak panitia.
Ternyata eh ternyata, semua orang-orang yang ada di situ menggunakan bahasa inggirs, kecuali beliebers, *huh serem juga ya?*







Mimpi yang menjadi nyata part III

Setelah Rina masuk kedalam kelas, bel pun berbunyi dan jam pelajaran juga akan segera dimulai. Pak Roni (wali kelas) masuk kedalam kelas kami..

Pak Roni : pagi anak-anak
Murid’’ : pagi pakkkkkkkkkkk….
Pak Roni : ada sedikit informasi, kita akan pulang lebih awal hari ini..
Murid’’ : yeeeeeeeeeeeee……
Pak Roni : diam! Biarkan aku melanjutkan informasi ku ini dulu, baru kalian bisa berteriak sesuka kalian (seperti dihutan aja…. Hehehe,,,)
Hari ini (logat batak) guru-guru akan mengadakan rapat, jadi kalian di pulangkan lebih awal. Sekarang kalian Supervisi dulu, baru boleh pulang. Ku tengok nanti kalau kelas masih kotor, besok kalian kena ama aku. (kejam sangat )

Semua murid’’ pun melakukan supervise, setelah itu mereka di ijinkan untuk pulang. Rina tidak pulang kerumah, melainkan ia harus pergi ketempat seleksi. Setelah sampai di tempat itu, Rina di beri sebuah amplop putih oleh juri. Rina langsung membuka amplop tersebut, dan didalam apmplop tersebut berisi tentang hasil lolos atau tidaknya seleksi pada tahap pertama.
Ternyata amplop tersebut hasilnya… adalah????
“Rina, are you ready for going to Jakarta” membaca tulisan itu Rina spontan berteriak… *yeeeeee…* Justin am coming..
Tanpa disadari semua juri pun mentertawakannya,(hehehe..) kemudian Rina hanya bisa tersenyum. Dia langsung pulang kerumah untuk memperlihatkan itu kepada ibunya.

Rina : bu… bu…?
Ibu : ada apa?
Rina : lihat apa yang Rina bawa?
Ibu : apa itu nak ?
Rina : ini amplop yang menunjukan Rina lolos seleksi tahap pertama bu..
Ibu : ya Allah, terimakasi ya Allah, akhirnya kau buat anak ku kembali untuk
Tersenyum * memeluk Rini*
Rina : bu, ini Rina gak mimpi kan? Ini nyata kan bu?
Ibu : iya nak, ini nyata.. tapi masih ada satu tahap lagi untuk kamu agar dapat
melihat concer itu.
Rina : iy bu.. Rina akan belajar dan berdoa, agar bisa lolos di tahap kedua.

Mimpi yang menjadi nyata part II-c


Rina : makasi ya bu? Karena Ibu aku kembali untuk semangat.
Ibu : iy nak, udah tidur sana! Udah malam nih besok sekolah kan ?
Rina : iy, selamat malam bu?
Ibu : malam nak   *mencium kening Rina*

   Rina pun tertidur, 6 jam telah berlalu, kokok ayam sudah mulai terdengar, Rina pun langsung terbangun dari tidurnya, dia melakukan semua pekerjaan yang dilakukannya seperti biasa sewaktu mau berangkat kesekolah, sekarang pekerjaan telah selesai dan ia bersiap untuk pergi kesekolah.
   Setelah sampai di sekolah , Desi, Rani dan Ika langsung menghampiri Rina
Desi : hey Rin.. gimana kabar kamu pagi hari ini? Kok kelihatan sedikit gimana…..                          
            Gitu?
Rina : iy del, tadi malam aku kurang tidur.
Desi : why ?
Rina : soalnya aku kan ikut seleksi Beliebers berprestasi itu, hari ini
           pengumumannya.
Desi : what?
Ika : emmm… apa lo yakin bakalan lolos dari seleksi itu?
Rani : iy, so pasti beliebers yang ikut seleksi itu pinter-pinter.
Desi : iya, mendingan lo langsung beli ticket kayak kita aja, udah pasti ketemu ama  Justin.. tanpa harus ikut seleksi yang repot itu
Rina : pengennya gitu sih, tapi mana punya uang aku untuk beli ticket langsung
         Seperti itu..
Ika : oh iya, gua lupa. Lo kan kagak mampu untul beli ticket semahal itu.
Rina : iya aku emang gak mampu, aku tau itu, aku ke kelas deluan ya?

Mimpi yang menjadi nyata part II-b


Sebab dia akan mengikuti seleksi itu. Pagi-pagi sekali dia telah pergi dari rumah menuju ke tempat penseleksian yang telah di tempatkan di setiap kota di Indonesia, karena Rina tinggalnya di Medan, jadi dia melakukan tes seleksi di di salah satu Mall di kota Medan, yaitu : Medan Ver
Setelah sampai di Mall tersebut, dia langsung menuju lantai tiga, karena disitulah seleksi akan diselenggarakan. Setelah sampai di lantai tiga, betapa terkejutnya dia karena melihat Belieber yang sangat banyak. Dia langsung berfikir : di Medan aja saingannya udah cukup banyak, gimana kalau Beliebers di indonesia di kumpulin menjadi satu, pasti aku yang pertama untuk tereleminasi.
   Juri pun membagikan soal, soal pertama Matematika, melihat soal-soal itu Rina pun langsung menghela nafas,   *huh… udah kayak ujian nasional aja nih, tapi demi Justin gua bakan lakuin apa pun, keep spirit*   dia langsung mengerjakan soal tersebut. Waktu yang di berikan 30 menit, setelah 30 menit , semua soal di kumpulkan oleh juri. Dan semua peserta di perbolehkan pulang,  dan mereka akan kembali datang pada hari kamis, tepatnya besok untuk melihat hasil yang telah di kerjakan.
   Sepanjang jalan Rina sangat cemas, walaupun di sekolah dia bisa dikatakan kategori murid pintar, namun di dalam seleksi tersebut pasti semuanya pintar. Itu yang sangat membuat dia cemas. Sesampainya ia di rumah, ia langsung shalat dan memohan kepada Tuhan agar besok ia di loloskan seleksi.
  Malam pun tiba, dia tidak bisa tidur, dia sangat gelisah, akhirnya Ibunya melihat dia di dalam kamar belum tertidur.

 Ibu : loh, kamu kenapa rin, jam segini kok belum tidur? Besok sekoh loh
 Rina  : Rina takut bu, Rina takut jika besok Rina gak bisa lulus dari seleksi itu *menangis*
 Ibu : *memeluk Rina*   percayalah nak, jika kau benar-benar  berusaha, dan selalu berdoa kepada  Allah  swt. Kau pasti lolos dalam seleksi itu, Ibu meridhoi mu nak…

Mimpi yang menjadi nyata part II-a


 Bel masuk pun berbunyi, semua murid-murid melanjutkan pelajaran seperti biasa, sampai bel pulang.
Hari pun semakin dekat untuk menanti kedatangan Justin ke Indonesia, Rina pun semakin bersedih, dia hanya dapat memeluk bantal yang gambarnya Justin,serta  curhat bersama poster Justin yang ada dikamarnya.
Rina : when will I meet u Justin? Why I can’t as them? I always pray for meet to u, but till now I can’t meet u. u remember if were concer my world in Indonesia, I can’t see you concer too.
*Dia pun langsung berdoa* :
Rina : oh my God, help me please, I wanna there a miracle to me.
dan akhirnya dia pun tertidur, dia bermimpi dapat bertemu dengan idolanya, yaitu Justin. Dan di dalam mimpinya Justin menjadikan dia menjadi “oneless lonely girl” di saat BT di Indonesia.
Akhirnya dia pun terbangun dari mimpinya.
Rina : huh.. hanya mimpi, L   *melihat jam dinding sudah menyatakan pukul 05.00, dia langsung bergegas untuk bangun dan melakukan kewajiban semua umat muslim pada umumnya lakukan, yaitu : “shalat subuh”. Setelah shalat subuh dia melihat siaran berita, ternyata beritanya itu tentang BT Justin Bieber di Indonesia, di dalam berita itu menceritakan bahwa pihak promotor akan memberikan 5 tiket gratis berstandar VVIV buat Belieber yang  berprestasi di sekolah di seruh Indonesia, hari rabu akan dilakukan penseleksian..
   Mendengar berita itu Rini sangat senang dia langsung menghubungi pihak panitia, dan semua persaratan yang telah di  tetapkan pun di penuhi Rina, yaitu :
 -surat keterangan berprestasi dari kepsek,
-raport sekolah
Hari itu tiba hari rabu, ini hari yang telah di nanti-nantikan sama Beliebers  berperstasi di seluruh Indonesia, termaksud Rina. Dia tidak masuk sekolah hari ini.

Senin, 16 September 2013

Mimpi yang menjadi nyata part ll


Sementara itu Rina dan Tiara berjalan dari sekolah menuju kerumah.

Tiara : eh, Rin.. lo apa kagak sedih kagak bisa ngelihat BT?
Rina : sedih bangetL yah, tapi apa boleh di buat keadaan ekonomi gak memungkinkan, buat biaya sekolah aja aku gak mampu, kalau gak dapat beasiswa dari sekolah mungkin aku gak bisa sekolah   *sedih*   L
Tiara : *memegang bahu Rina*   udah Rin, lo kagak boleh sedih, and lo harus berterimakasi kepada Tuhan, karena lo telah di beri kepintaran sehingga lo bisa melanjutkan sekolah. Soal BT, percayalah.. jika Tuhan mengijinkan lo pasti bisa lihat BT itu.   *mencoba untuk tersenyum*
Rina : *tersenyum*   thanks ya ra, karna lo gua jadi kembali untuk semangat *mencoba untuk tersenyum*
Tiara : iya.. sama-sama, lo kan sahabat gua, disaat lo sedih itu dah jadi kewajiban gua untuk  memberi lo support, begitu juga dengan gua, disaat gua sedih lo memberi gua semangat.
Rina dan Tiara :*berpelukan*


   Ika, Desi, Rani pada sibuk muterin vc nya Justin dan menghafal lagu-lagu nya Justin. Setelah itu mereka pergi ke Mall dan  kesalon, mereka emang tazir abis.. semua uang dihambur-hamburin.
   Keesokan harinya mereka kembali kesekolah,Semua murid-murid pada sibuk berlari menuju madding, ternyata mereka ingin melihat hasil ulangan semalam, begitu juga dengan Rani dan Ika, setelah melihat nilai nya, mereka sangat kecewa karena mereka harus Remedial.

Rani : huh.. kenapa sih setiap ujian kita selalu Remedial?
Ika : iya.. apa bedanya kita ama si Rina, kenapa dia selalu dapat nilai sepuluh? Kita kan lebih tazir and keren dari dia, tapi kenapa dikit-dikit dia..
*tiba-tiba Tiara menghampiri mereka*
Tiara : itu karena lo stupid, lo emang kaya, tapi lo kagak bisa manfaatin kekayaan lo untuk hal yang positive, lo selalu hambur-hamburin uang lo untuk hal yang gak bermanfaat… jadi lo and lo  itu gak ada apa-apa nya ama Rina.   *langsung pergi*
Ika : *mengangkat tangannya*    huh.. emang dasar itu kebo, awas aja nanti ya, gua balas lo.
Desi : yuhu.. morning everybody..?   *melihat wajah Siska yang cemberut*   kenapa lo? Pagi-pagi wajah nya udah asem kayak begitu? Hahaha…
Ika : ah, resek lo.. gimana gak asem begini.. orang itu anak kebo pagi-pagi udah nantangin gue..
Desi : nantangin gimana?
Rani : ituh mentang-mentang dia punya temen yang sedikit pinter, sombong nya udah minta ampun.. gimana kalau dia berteman ama Riset, mungkin kepalanya udah tambah gede kayak kebonya dirumah.
Desi : haha.. udah kagak usah lo pikirin hal yang kayak begituan, toh bentar lagi kita akan lebih terkenal dari si Rina yang belagu itu, karena kita akan ketemu ama JUSTIN DREW BIEBER. Ya gak?
Ika : haha.. bener banget loh. Ntar setiap langkah kita bakalan di perhatiin ama seluruh penguin di sekolah ini??
Rani : bahkan pak Roni, bisa-bisa dia ngejar-ngejar kita buat minta foto and tanda tangan.
Ika dan Desi : hahaha… itu pasti akan menjadi nyata.. karena lima hari lagi Justin datang ke Indo, semangat..